Semi Lebih Cepat
Selasa, Juli 21, 2015
Semi telah datang lebih cepat.
Semi untuk ku. Semi yang begitu indah. Semi pastilah menghangatkan. Semi yang begitu baik. Semi yang mengusir sang dingin. Semi yang tak sanggup ku lukai kesetiaannya. semi yang tak mampu ku coret lagi keindahannya. semi yang sempurna.
Aku menyukainya. Aku sangat terlena. semi yang indah, semi yang datang lebih cepat. Datang lebih cepat ke arahku, agar aku lebih hangat. memudarkan rasa dingin yang menghantui.
Aku tak tau ini baik atau tidak. karena dia datang lebih cepat, aku takut sama cepatnya dia pergi. meninggalkan ku... menjauh dari pusat ku lagi. ahh,, entahlah.. Aku hanya ingin dia datang dan menghangatkan ku yang beku.
Aku tidak perduli jika aku melanggar sang waktu. Karena aku percaya padanya, pada semi ku.. aku tau ia ingin bersamaku juga. Aku telah bosan dengan dingin yang mengabaikan ku. Seakan lupa bahwa aku butuh kehangatan, keindahan, dan warna-warni bunga mekar.
Dan aku terlalu menyukai sang semi. Hanya saja aku tak pernah tau... apakah semi ikhlas mendatangi ku. Karena kalau tidak, aku harus ikhlas melepasnya pergi. Lagi... walau hati dan pikiran melekat erat padanya.. menolak untuk pergi, memohon untuk tinggal.
tapi aku percaya kesetiaan semi ku.
Semi untuk ku. Semi yang begitu indah. Semi pastilah menghangatkan. Semi yang begitu baik. Semi yang mengusir sang dingin. Semi yang tak sanggup ku lukai kesetiaannya. semi yang tak mampu ku coret lagi keindahannya. semi yang sempurna.
Aku menyukainya. Aku sangat terlena. semi yang indah, semi yang datang lebih cepat. Datang lebih cepat ke arahku, agar aku lebih hangat. memudarkan rasa dingin yang menghantui.
Aku tak tau ini baik atau tidak. karena dia datang lebih cepat, aku takut sama cepatnya dia pergi. meninggalkan ku... menjauh dari pusat ku lagi. ahh,, entahlah.. Aku hanya ingin dia datang dan menghangatkan ku yang beku.
Aku tidak perduli jika aku melanggar sang waktu. Karena aku percaya padanya, pada semi ku.. aku tau ia ingin bersamaku juga. Aku telah bosan dengan dingin yang mengabaikan ku. Seakan lupa bahwa aku butuh kehangatan, keindahan, dan warna-warni bunga mekar.
Dan aku terlalu menyukai sang semi. Hanya saja aku tak pernah tau... apakah semi ikhlas mendatangi ku. Karena kalau tidak, aku harus ikhlas melepasnya pergi. Lagi... walau hati dan pikiran melekat erat padanya.. menolak untuk pergi, memohon untuk tinggal.
tapi aku percaya kesetiaan semi ku.
0 komentar