Ketika aku tau, Hebatnya menjadi guru!! ^^

Kamis, Agustus 07, 2014

Visit me on Facebook ^^

Yapp,, ini dia...
Para readers tulisan ku,,, kali ini akan ku sajikan sejengkal cerita tentang hidup ku.  Sekarang ini aku adalah guru  bagi beberapa anak yang menjadi murid ku di salah satu lembaga kursus yang menamai dirinya  LBI (Lembaga Bahasa  Inggris) *resmi lohh!!. Yaa,, seperti  namanya aku adalah seorang English Teacher.  LBI adalah Lembaga kursus bahasa inggris yang telah berjasa memberikan aku ilmu sehingga bahasa inggris ku lebih dari sekedar maju. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari peranan para guru ku yang ku akui kemampuan mengajar yang hebat!. Kemampuan mengajar yang terlihat kreatif dan inovatif  serta mengerti dalam mendidik pelajarnya membuat kita yang belajar tahu bagaimana belajar yang baik dan benar, belajar yang sebenarnya.

Dan juga syarat untuk lulus dari lembaga kursus itu adalah kita harus mampu mengajarkan ilmu yang telah kita peroleh kepada adik tingkat di sana. Aku tidak keberatan dengan syarat itu, lagi pula hanya dilakukan sekali. Namun aku ditawarkan untuk menjadi tenaga pengajar untuk seterusnya selama aku mempunyai waktu luang. Tentu saja aku terima. J Awalnya aku memang lagi butuh tambahan uang saku untuk bantu-bantu keperluan kuliah aku yang baru saja aku akan mulai. Dan dipikir lagi dengan ini aku dapat tetap meningkatkan kemampuan bahasa inggris aku. Karena aku setuju dengan ucapan guru aku bahwa “bahasa kalau tidak dipakai tak kan bisa fasih, lebih parah lagi alah akan lupa”.

 Jadilah aku mengajar untuk mereka,,,  anak-anak pemula dalam belajar bahasa inggris. Bukan main sulitnya menangani mereka semua...  hari pertama mengajar ada yang bercanda terus, ngajak ngobrol terus, berantem, lebih parahnya lagi sampai ada yang menangis. Guys,,,, jangan pikir aku itu ngajar anak TK atau anak kelas 1 SD... benar mereka adalah para siswa Sekoah Dasar,, tapi kalau dirata-ratakan adalah kelas 5 dan 6 ESDE,,,. Mereka sudah cukup bertumbuh untuk mengerti bagaimana tatakrama belajar di kelas kan guys??,,, bikin pusing dehh...

Aku: “students,, kita sudah belajar tadi yaa... sekarang mem akan tanya, what is the meaning of ‘boy’ ??..”
J: “saya tau ma’am, anak kandung laki-laki..”
M: “ ihh bukan,, salah kamu itu son, boy itu artinya cuma anak laki-laki,, iya kan ma’am?? Masa itu saja gak bisa,, huuu... payah kamu...”
J: “ apa kamu bilang?? Payahh??  kamu yang payah kali.. enak saja ngatain orang sembarangan.. kan kita semua lagi belajar, jadi gak apa-apa dong kalau Cuma salah sedikit.. yang penting kan ada anak laki-lakinya,, bwee’.
M:  ” ihh.. sudah salah masih berlagak lagii.. dasar!!.”
(dan cecok lah mereka di dalam kelas tanpa menghiraukan guru yang ada di depan mereka dan teman teman yang menegur mereka) dan peran ku sebagai penengah mereka??
Aku: “ sudah,, sudah,, jangan berkelahi.. M benar jawabannya adalah anak laki-laki. Tapi kalian berdua harus bersikap sopan ya di dalam kelas. Now, say sorry to each other!” (dan bisa dibayanginlah terusannya).

 Setelah itu aku menyuruh mereka untuk membuat soal latihan. Entah perkara itu salah siapa... Mungkin itu salah ku karena mengajukan pertanyaan itu K :[[ :’(

Dan jeng ... jeng... cerita berlanjut..
Ada seorang anak bernama A sedang menundukan kepalanya di atas meja. Ketika itu beberapa murid sudah ku persilahkan pulang karena telah menyelesaikan soal latihan. Dan ternyata,,  guys,,, dia sedang menangis terharu biru.. entah terharu karena melihat teman-temannya sudah beranjak pulang satu per satu sedangkan dia belum atau terharu karena lembar jawaban di bukunya  sangat bersih dari coretan pensil. Wahh.. wahh..

“kamu kenapa?,, “
“ma’am saya gak mengerti jawab soalnya...”
“lohh,, tadi pas di tanya katanya sudah mengerti...”

Memang sedari tadi ini anak asik bercanda terus dan mengganggu teman-teman di sekitarnya,, nahh loohh..  Dia memohon kepada aku untuk menjadikan soal latihan itu sebagai PR. NO... NO... NO... karena nanti itu akan menjadi kebiasaan dia. Akhirnya aku membantu dia untuk menyelesaikan, walau pun jam mengajar sudah habis.

aku baru mengerti seperti apa kesulitan guru-guru aku. Capeknya itu lohh..  dan lagi aku harus bertanggungawab atas nilai mereka. Kalau sampai 50% lebih gagal dalam ulangan berarti itu adalah salah ku.. malu lahh dicap guru gak becus mengajar..

Hal tersebutlah yang membuat aku mengerti bagaimana menjadi guru yang baik dan bertanggungjawab akan upah yang kita peroleh terhadap murid-muridnya. Apa bagusnya jika kita dibayar dengan lancar jika kita tidak mampu mencerdaskan murid-murid kita. Menjadi guru bukan hanya masuk kelas, memberi penjelasan tentang materi dan memberi tugas, tapi kita juga harus yakin bahwa murid kita paham apa yang kita ajarkan. Yahh begitulah kira-kira. ini menjadi kegembiraan tersendiri buat ku. mengajar adalah seni yang sangat indah,, Guru yang cakap mengajar dapat merasakan bahwa mengajar di mana saja adalah suatu hal yang menggembirakan, yang membuatnya melupakan kelelahan.  *aku nih dah dewasa yah :D.

Terima kasih kepada mereka yang memberiku kesempatan untuk merasakan pengalaman ini. To : Ma’am Lanny.

Semangat untuk guru-guru Indonesia !!

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images