Yang Tak Tersampaikan

Selasa, Mei 13, 2014

Visit my Tumblr. ^^

Salam damai.
Aku menulis lagi. Kali ini untuk kamu. Kamu yang tidak akan ku sebut namanya. Aku tau tulisan ini tidak akan pernah sampai kepada mu. Dengan sadar aku tau. Karena... syhuut!! pipi ku merah merona memberi taunya. Bukannya aku tidak mau, hanya saja seperti rasa menggenggam angin untuk membuatnmu tau. Pernah coba menggenggam angin? Gimana rasanya? Sia-sia? Merasa konyol?  Ku pikir begitu. Sampai atau tidak, ini bagian dari segala cara ku. Hanya mengikuti kata hati, untuk menyuarakan aksara – aksara yang riuh di kepalaku.
Kita sudah lama kenal. Aku kenal kamu dengan BAIK. Aku yakin kamu kenal aku  dari sekedar tau aku. Aku yakin. Maksud ku bukan sesederhana itu. Tapi, pergantian tahun seperti tidak membuktikan apa-apa. Makin hari meninggalkan jejak lebih jauh dan lebih jauh, kamu berusaha membuat ku menjadi bukan siapa-siapa.  Bahkan hembusan angin samakin dingin sampai mampu membekukan ku. Ketika aku berpikir untuk berhenti berharap, kamu datang kembali membawa sejuta harapan. Kamu tau? Langkah ku ikhlas melekat, tak perlu kamu ikat erat-erat. Kemudian kamu seenaknya pergi lagi. Menjadi bukan siapa – siapa lagi. Tapi entah mengapa waktu seakan berhasil menguatkan ku. Menopang diri ku dengan kata-kata ku sendiri.
Tapi aku tetap merasakannya. Aku patah hati, pecahannya menyebar ke seluruh penjuru. Berharap kamu yang membantu menyusunnya lagi. Aku menunggu. Sampai akhirnya orang lain yang membawa serpihan potongan itu, coba melengkapinya lagi. Tapi aku masih percaya, potongan paling besar ada di kamu. Kalau tidak, aku bersiap, mungkin hati ku remuk lagi. Kala waktu yang pergi meninggalkan jejak di hati ku itu cukup lama, kamu tau? Mengapa kamu datang dan mengukir kenangan lalu begitu saja pergi ke pusat yang lain? Kamu tau aku yang terdiam di pusatku merasakan pilu. Menjauh dari pusat ku, apakah sebegitu ringannya langkah kaki mu? Kalau memang bukan aku, dan lagi ku ucap, aku siap,  mungkin hati ku remuk lagi.

“Kemudian aku sadar. Tidak ada arti hanya merindukan kenangan. rindu pada sosok kamu yang telah menjadi sejarah, tak lagi berniat bersamamu.”

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images